Komite Khittah NU: PKS Tak Hanya Didominasi Muhammadiyah, Tapi Juga NU

Situasi News | Ketua Umum Tanfidziyah Komite Khitthah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU-26) 26 Rochmat Wahab menilai Nahdlatul Ulama terlalu besar untuk hanya satu partai. NU ada di berbagi partai termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Loading...

“NU terlalu besar untuk hanya ada di satu partai. NU tidak hanya keluar dari satu partai. Kalau kita lihat sejarahnya bagaimana NU menjadi partai terus menyatu dan keluar lagi tidak berpartai. Tapi secara individu dilindungi oleh Qonun Asasi bahwa setiap warga NU mempunya hak ke partai mana saja yang disukai. Jadi NU terlalu besar di dalam satu partai. Dan saya yakin ada di mana-mana, termasuk ada di PKS,” kata dia dalam Tasyakuran Kemerdekaan bersama Tokoh Lintas Agama yang digelar DPP PKS secara daring, Senin (17/8/2020).

Bahkan PKS, kata dia, bukan hanya didominasi oleh aktivitas Muhammadiyah saja tapi juga NU. Sehingga wajar kalau PKS mengadakan semacam musabaqah kitab kuning.

“Sah-sah saja apalagi aktivisnya juga santri-santri dari Timur Tengah, bukan klaim dari satu partai saja. Apalagi belakangan ini juga melaksanakan tahlilan, mujahadah dan sebagainya. Sah-sah saja karena ada anggota yang orang NU. Kalau ada NU di PKS, tentu untuk memelihara tradisi NU yang menjadi bagian amaliyah kesehariannya,” ungkap mantan rektor Universitas Negeri Yogyakarta itu.

“Ini penting sekali untuk dijaga kebersamaannya dan ukhuwahnya. Karena itulah mari kita, termasuk PKS, bisa sama-sama bergerak dengan NU untuk menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah melakukan bersama-sama termasuk PKS mengundang Dewan Gereja. Ini untuk membangun persaudaraan sebangsa. Ukhuwah wathoniyah,” sambungnya.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan