Lapas Narkotika Siantar Gelar Pelatihan Loundry untuk Warga Binaan

Daerah, Siantar66 Dilihat

siTuAsinews.com, Pematang Siantar | Guna meningkatkan skill Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar, gelar pelatihan mencuci pakaian (Loundry), Selasa (12/8/2025).

Melalui seksi kegiatan kerja, setiap Warga Binaan di ikut sertakan dalam berbagai bidang pelatihan kemandirian, yang salah satu nya berupa pelatihan Loundry ini.

Program ini tidak hanya fokus pada proses mencuci, tetapi juga mencakup seluruh aspek pengelolaan usaha laundry.

Para peserta diajarkan mulai dari cara mengoperasikan mesin cuci, memilih detergen dan pewangi yang tepat, hingga teknik menyetrika dan melipat pakaian yang rapi.

“Untuk pelatihan Loundry ini ada beberapa yang di ajarkan, misalnya mengoprasikan mesin cuci, memilih detergen dan pewangi, serta menyetrika dan melikat pakaian agar rapi,” Ujar Kalapas Narkotika Siantar, Slamet Pujiono.

BACA JUGA  Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Apresiasi Sikap Tegas Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

Selain itu, para Warga Binaan ini juga diberikan pemahaman tentang sanitasi dan kebersihan, serta manajemen bisnis sederhana seperti pencatatan pesanan dan perhitungan biaya operasional.

“Selain itu juga kita ajarkan ilmu dasar membuka bisnis Loundry, seperti pencatatan pesanan dan perhitungan biaya oprasional,” Ungkapnya.

Pujiono Slamet juga turut mengungkapkan, jika selama berada di Lapas Narkotika Siantar, para Warga Binaan ini tidak hanya sekedar menjalani masa hukuman. Namun, juga harus mendapat pelatihan keterampilan yang baik selama menjalani masa pidana.

Sehingga, pada saat Warga Binaan ini nantinya selesai menjalani masa hukuman, dirinya bisa beradaptasi dengan masyarakat di luar sana dengan keahlian yang dia miliki dari berbagai pelatihan selama berada di Lapas.

BACA JUGA  Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Apresiasi Sikap Tegas Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang mumpuni. Dengan memiliki keahlian di bidang laundry, mereka bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang tersebut, sehingga lebih mudah beradaptasi dan tidak kembali ke jalan yang salah,” Harapnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *