Mulai Mainkan Gaya Politiknya di Jatim, Demokrat Nilai Sikap PDIP Bentuk Kegelisahan Saja

Situasi News | Jakarta, Safari politik yang dilakukan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Jawa Timur ternyata membuat gerah pihak lawan.

Loading...

Gaya berpolitik yang dimainkan oleh SBY – AHY juga ternyata di luar kemampuan lawan untuk menalarnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Senin (2/4/2018), kegiatan SBY – AHY mirip jalan-jalan dan tidak berpengaruh secara politik adalah bukti nyata bahwa PDIP tidak mampu menalar gaya berpolitik SBY – AHY.

“Nalarnya Ketua DPC itu tidak mampu menjangkau apa yang sedang dimainkan oleh Demokrat, SBY dan AHY,” kata Kadiv. Advokasi dan Batuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dalam keterangan tertulisnya yang diterima situasinews.com, Rabu (4/4/2018).

Ia menilai, sikap PDIP sedang kepanasan di Jawa Timur dengan turunnya SBY dan AHY di sana. Ferdhinand mengatakan, safari yang di bagi dalam dua rombongan ini memiliki tajuk masing-masing, dan rombongan SBY dengan hastag #SBYTourDeJatim sedang AHY dengan hastag #AHYSambangJatim.

“Kedua rombongan ini akan menyisir wilayah Jatim untuk memenangkan Pilkada dan menaikkan elektabilitas Demokrat secara umum. Inilah tampaknya yang membuat PDIP kepanasan dan merasa terpukul dengan turunnya SBY- AHY,”paparnya.

“Terbukti sekarang pasangan Kofifah Emil yang diusung Demokrat meninggalkan elektabilitas lawannya cukup jauh. Jadi kalau PDIP bilang mirip jalan-jalan, kami jadi tertawa ternyata mereka tidak mampu menalar gaya berpolitik Demokrat,”sindirnya.

Oleh karena itu, Ferdhinand menyarankan agar sebaiknya PDIP tidak usah mencampuri safari politik yang dilakukan oleh SBY-AHY jika nalar yang digunakan ternyata tak mampu menjangkau apa yang dilakukan oleh Demokrat.

“Lebih baik diam daripada malu-maluin. Kita buktikan nanti di Jatim, siapa pemenangnya. Itu akan membuktikan apakah SBY AHY berdampak atau tidak,” tegas dia.

“Oh ya satu lagi, kapan Ibu Mega dan Ibu Puan turun kebawah meniru Demokrat?,” pungkasnya. (NL)

Tinggalkan Balasan