TKA Cina Masuk dari Segala Penjuru, Bupati Konawe Minta Tolong ke Gubernur Sultra

Situasi News | Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, meminta pertolongan Gubernur Sulawesi Utara (Sultra), terkait kedatangan tenaga kerja asing (TKA) dari Cina. Ia menyebut, puluhan warga negara asal Tiongkok, datang dari segala penjuru.

Loading...

“Pak Gubernur, saya mohon, tolong daerah kami, TKA Cina masuk ke daerah kami dari segala penjuru,” kata Kery, dalam rapat rapat koordinasi penanganan dan antisipasi penyebaran virus Corona, yang dihadiri seluruh Forum Koordinator Pimpinan Daerah Sultra, di Mapolda Sultra, seperti dilansir Kumparan, Rabu (18/3).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika di Konawe, saat ini terdapat 1.064 WNA asal Cina, yang bekerja di beberapa perusahaan tambang.

“Yang resmi saja segitu jumlahnya Pak Gubernur, apalagi yang tidak resmi, mereka masuk dari segala penjuru, dari darat, laut, dan udara,” ujar Kery.

“Jumlah itu yang kami pantau, bagaimana yang tidak terpantau, terutama yang masuk lewat jeti perusahaan, kami tidak jangkau untuk memantau,” sambungnya.

Selain kedatangan WNA di-khawatirkan terkait COVID-19, Kery juga mencemaskan, masuknya narkoba.

“Kami juga waspada, Pak, bukan hanya Corona, tapi kami waspada mereka bawa masuk narkoba ke daerah kami. Ngeri, Pak. Di sini ada Kapolda juga, tolong, Pak, di-cek,” pintanya.

TKA Cina di Kecamatan Morosi, lanjut Kery, sudah tak bisa dibedakan dengan masyarakat lokal.

“Di sana itu Pak, orang Cina, sudah tidak bisa dibedakan, dua bulan mereka di sana sudah hitam. Nanti bisa dibedakan kalau sudah bicara, mereka tidak bisa bahasa Indonesia,” tuturnya.

Loading...

Meski sebelum adanya pandemi virus Corona, sudah ada Perda Nomor 13 Tahun 2018, yang isinya mewajibkan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada para TKA, menurut Kery, banyak perusahaan yang tak memedulikannya.

“Mereka masa bodoh, Pak. Kami juga meminta sama TNI/Polri untuk menyisir jeti perusahaan di sana. Pulangkan saja mereka, Pak,” pintanya lagi.

Bupati dua periode itu, berharap WNA benar-benar ditolak masuk ke Sultra, serta mengarantinakan seluruh TKA yang sudah telanjut tiba.

“Kalau bisa, Pak Gubernur, karantina mereka yang baru datang di luar Konawe, karena mereka di Konawe, Pak, tinggalnya itu di kos-kosan milik masyarakat,” imbau Kery.

“Susah, Pak, kalau mereka di-isolasi di sana. Kalau ada yang terjangkit, akan mudah tersebar virusnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kedatangan 49 TKA baru asal Cina di Kendari, Sultra, di tengah wabah virus Corona, membuat resah masyarakat.

Diketahui, mereka yang tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Ahad (15/3) lalu, memiliki tujuan ke perusahaan smelter, PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI), yang terletak di Kecamatan Morosi, Konawe.

Kedatangan 49 TKA itu, terekam kamera warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Hardiono (39), yang sempat diamankan.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan