Penangkapan Kelompok MCA, MUI: Itu Sudah Sesuai Fatwa

Situasi News | Jakarta, Penangkapan yang dilakukan Polri terhadap enam tersangka atas dugaan melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial dari kelompok Muslim Cyber Army (MCA), dinilai sudah sesuai fatwa majelis ulama Indonesia (MUI).

Loading...

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya. Ia menjelaskan bahwa MUI telah menetapkan Fatwa Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui media sosial.

“Perbuatan tersangka disamping bertentangan dengan hukum positif, juga tidak dibenarkan secara syariah dan haram hukumnya. Sebab, dapat menimbulkan keresahan, ketakutan, perpecahan, permusuhan yang dapat menimbulkan mafsadat (kerusakan) dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” kata Zainut di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Diketahui, sejumlah konten yang diviralkan sindikat MCA bermuatan ujaran kebencian, penghinaan, fitnah, adu domba dan pencemaran nama baik terhadap pemimpin dan para pejabat negara. Bahkan, konten-konten yang pernah diviralkan MCA meliputi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penganiayaan ulama, hingga penghinaan terhadap tokoh-tokoh agama, masyarakat serta negara.

MUI, sambung dia, menduga kelompok MCA merupakan sindikat kejahatan dunia maya (cybercrime) yang sangat terorganisir, lantaran untuk menjadi anggota inti di The Family MCA saja sangat ketat peraturannya. Seorang anggota kelompok MCA United, ujar dia, yang jumlahnya ratusan ribu orang harus lulus tahapan seleksi dan memenuhi kualifikasi tertentu dan mereka harus dibaiat terlebih dahulu.

Untuk hal tersebut, diperlukan kerja serius dan profesional aparat kepolisian untuk mengungkapnya.

“MUI sangat menyesalkan dan menolak keras kelompok MCA yang mencatut nama muslim untuk dijadikan sebagai nama sindikatnya. Karena nama tersebut tidak sesuai dengan aktifitas dan kegiatannya yang jauh dari nilai-nilai ajaran Islam,” papar dia.

“Dengan mencatut nama Muslim, MCA telah merusak dan menodai kesucian dan keluhuran ajaran Islam.Oleh karena itu, MUI meminta kepada aparat untuk mengusut tuntas seluruh jaringannya dan menangkap otak pelakunya, agar diketahui motif perbuatannya,” pungkasnya. (NL)

Tinggalkan Balasan