Pendidik Inspiratif, Sutan Takdir Alisjahbana (633)

Nasional, Pendidikan33 Dilihat

Oleh Prof Dr Mardianto MPd

Sebagai ilmu yang tujuannya hendak mencari kebenaran yang terakhir, telah selayaknya berfilsafat itu menghendaki berpikir dan menyelidiki yang bebas, yaitu yang bukan saja tidak terikat kepada sesuatu kepercayaan dari semula, suatu dogma dll. Baginya tidak ada yang suci, tidak ada yang pantang, segalanya dibawanya ke gelanggang pikiran dan penyelidikan. Selain daripada itu kebebasan itupun berarti bebas dari sesuatu maksud yang tersembunyi, yang terletak di luar filsafat. Waktu berfilsafat itu meskipun barangkali untuk sementara, harus dikeluarkan segala keinginan akan kekuasaan, akan kemenangan, akan kemegahan, akan kekayaan dsb. Dalam tujuannya yang tunggal, yaitu kebenaran, yang tak dapat dimadui itulah letaknya kebesaran, kemulilaan, malahan kebangsawanan filsafat diantara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalam2nya, dan seluas2nya baginya ialah tujuan yang tertinggi dan yang satu2nya. (STA, 1981)

Tiga kemampuan manusia yang dapat diandalkan oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja yakni, berfikir, merasa dan berbuat. Dari fikiran kemudian perasaan dan akhirnya perbuatan akan menjadi makna seseorang dalam hidupnya. Salah satu yang banyak dilakukan secara formal adalah bagaimana seseorang belajar berfikir, dilakukan lewat sekolah, diskusi bahkan berdebat sampai berkontemplasi.

BACA JUGA  Pendidik Inspiratif, Denny JA (669)

Seorang ahli berfikir terkenal yakni Sutan Takdir Alisyahbana pernah menyatakan bahwa berfikir yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sampai yang tertinggi adalah hal utama dalam berfilsafat mencari kebenaran yang terakhir, telah selayaknya berfilsafat itu menghendaki berpikir dan menyelidiki yang bebas, yaitu yang bukan saja tidak terikat kepada sesuatu kepercayaan dari semula, suatu dogma.

Ternyata cerita berfikir akan membawa kita ke alam dunia yang jauh dari apa yang kita rasakan, apalagi kita lakukan. Berpikir boleh jadi tanpa batas dinding, bahkan tanpa jalan raya untuk sampai tujuan. Kita dapat mencatat ada makna lima-empat-satu dari tulisan STA.

BACA JUGA  Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MoU UT dengan KSPSI

Lima hal yang harus dibuang tiga hal yang harus dilakukan serta satu hal yang didapatkan.
Bagian pertama lima hal yang harus dibuang ketika kita akan berfikir secara benar, bijak dan bertujuan yakni sebagai berikut:
1.Keluar dari segala keinginan
2.Keluar dari segala kekuasaan
3.Keluar dari kemenangan
4.Keluar dari kemegahan
5.Keluar dari kekayaan.

Bagian kedua ada tiga hal yang harus dilakukan agar mendapatkan buah fikiran yang sempurna yakni upaya mencapai tujuan filsafat yakni sebagai berikut:
6.Kebenaran
7.Kebebasan
8.Kemuliaan

Bagian ketiga ada satu hal yang akan didapatkan dari seseorang yang telah melakukan berfikir dengan aturan yang ditetapkan yakni;
9.Kebangsawanan
Satu satunya hasil dari kegiatan berfikir adalah kebenaran pada tingkat yang paling utama yakni kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya, dan seluas-luasnya.

Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *