Pilot yang Izinkan Neno Warisman Pakai Mik Disanksi Tak Boleh Terbang

Situasi News | Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman berpidato di atas pesawat Lion Air dari Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru menuju Cengkareng, Jakarta. Pidato itu, dilakukan Neno dengan menggunakan alat Public Announcement (PA).

Loading...

Menanggapi hal itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pilot dan awak pesawat yang memberi izin kepada Neno untuk menggunakan alat Public Announcement (PA) itu akan di-grounded.

“Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan. Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau ”grounded”,” ucap Danang, dalam keterangannya, Selasa (28/8/2018).

Danang mengatakan, persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi.

“Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” ucap dia.

Pidato yang dilakukan Neno di dalam pesawat merupakan bentuk permintaan maafnya karena ia menyebabkan pesawat menuju Jakarta itu delay selama satu jam.

Neno sejatinya melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru pada Minggu (26/8/2018). Tapi saat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim, pada Sabtu (25/8/2018) Neno diadang sejumlah orang. Neno akhirnya diminta petugas kembali ke Jakarta karena kondisi keamanan tidak kondusif.

 

 

Sumber: Kumparan

Tinggalkan Balasan