Politisi Demokrat: Kalau Kasus Ini Dibebaskan, Maka Penghina Presiden Yang Lain Harus Dibebaskan

Situasi News | Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana meminta aparat untuk berlaku adil. Permintaan ini disampaikan menyusul tindakan polisi membebaskan RJ (semula diinisialkan dengan S), remaja keturunan yang mengancam akan menembak Presiden Jokowi dan membakar rumahnya, serta menyebut Jokowi sebagai kacung.

Loading...

“Kalau anak ini dibebaskan dengan hanya minta maaf, orang-orang lain yang ditangkap karena menghina presiden jokowi dan dihukum seharusnya dibebaskan semua karena anak ini tak hanya menghina tapi sudah mengancam membunuh,” Kata Panca melalui akun Twitter pribadinya @panca66, Kamis (24/5/2018).

 

 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban yang meminta kepolisian agar menegakkan hukum dengan benar.

“Lucu-lucuan, apanya yang lucu? Bahasa ancaman dengan ekspresi yang serius dibilang lucu. Pak polisi, apa gak tergores hati kalau dibilang sebagai pelucunya? Tegakkan hukum dengan benar. Aktifis HMI orasi saja digebuk. Ada aseng mau tembak presiden dibilang lucu-lucuan,” kata MS Kaban galak melalui akun Twitter pribadinya, @hmskaban, Jumat (25/5/2018).

Sejak Kamis (24/5/2018), lini massa media sosial diramaikan kritik dan hujatan kepada Polri setelah Polda Metro Jaya menangkap RJ, namun kemudian membebaskannya karena menganggap tindakan remaja keturunan berusia 16 tahun itu mengancam akan menembak Presiden Jokowi, ingin membakar rumahnya, dan bahkan menyebut Jokowi sebagai kacung, hanya lucu-lucuan dan hanya merupakan kenakalan remaja.

Kepada pers, Kamis (24/5/2018), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat diperiksa penyidik, RJ mengaku membuat video itu karena ditantang temannya saat mereka sedang berkumpul.

“Jadi, pada intinya yang bersangkutan adalah anak di bawah umur, 16 tahunan, dan ini merupakan kenakalan remaja. Kenapa? Ya, karena pada saat dia berkumpul dengan temannya, dia mengatakan bahwa ‘kamu berani enggak kamu? Nanti kalau berani kamu bisa enggak ditangkep polisi’,” katanya.

Saat diperiksa polisi, kata Agro, RJ juga mengaku tak tahu kalau perbuatannya akan membuat dia berurusan dengan polisi.

“Jadi, mengetes ini berdua, mengetes polisi. Kira-kira polisi mampu tidak menangkap dia. Jadi, anak-anak ini bercanda lucu-lucuan, tapi dia tidak tahu efeknya di sana dan kemudian akhirnya polisi juga bisa mengetahui siapa dia,” imbuh Agro.

Masyarakat umumnya tak dapat menerima alasan Agro karena perbuatan RJ dinilai jauh lebih parah dibanding terangka penghinaan lain terhadap Jokowi, yang rata-rata tidak sampai mengancam akan membunuh dan membakar rumah Jokowi.

Selain hal itu, polisi juga dikritik karena saat Agro memberikan keterangan kepada pers, RJ tidak diperlihatkan. Berbeda dengan perlakuan polisi saat menangkap siswa SMK yang dianggap menghina Jokowi dan kemudian dipidana 1,5 tahun, saat mengekspos kasus tersangka ujaran kebencian Asma Dewi dan lain-lain.

“Asma sewi… koplak & edun (penjara), Anak SMA …. menginjak foto jokowi (1,5 tahun penjara), Dhani …. Ludahi Pendukung Penista Agama (tersangka), Anak SMA Cina …. Ancam pasung, penggal, bakar rumah, sebut kacung Jokowi (minta maaf aman & lucu-lucuan),” kritik akun @BangPino_.

“Santri hina Jokowi langsung diciduk, ditampilkan ke publik, dan polisi bilang ini sudah tidak pantas sebagai warga negara. Anak cukong ancam tembak dan bakar rumah Jokowi, polisi bilang ini kenakalan remaja hanya bercanda, lucu-lucuan. Rezim Kalajengking!” kecam akun @yusejahtera.

Masyarakat menilai kalau perlakuan polisi yang berbeda terhadap RJ membuktikan kalau tudingan remaja keturunan itu benar; Jokowi hanya kacung para konglomerat China, karena konon, menurut kabar, orangtua RJ termasuk seorang konglomerat.

“Anak cukong china menghina presiden dengan kacung, bebas. anak rakyat jelata jangan coba-coba, langsung disikat. Kesimpulannya, benar Presiden Kacung Cukong China,” kata akun @HalimTeuku.

“Buang saja ke got anak Cina yang hina presiden @jokowi. Mosok presiden diancam dibunuh dan dibakar rumahnya polisi diam saja? Muruah dimana Den @DivHumas_Polri? Membiarkan anak Cina itu melecehkan oresiden RI, jelas polisi keliru,” kecam akun @eae18. (hu)

 

 

Tinggalkan Balasan