Prabowo Dituduh Asal Ngomong Soal Duit WNI di Luar Negeri, Dahnil: Jokowi dan Timses Malas Baca

Situasi News | Data soal adanya Rp 11 ribu triliun harta milik WNI di luar negeri yang disampaikan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dipertanyakan capres petahana Joko Widodo. Padahal, angka Rp 11 ribu triliun itu disampaikan Bambang Brodjonegoro saat menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja (November 2016).

Ketika itu, Pemerintahan Jokowi sedang mendorong tax amnesty. Bambang saat itu menyatakan bahwa potensi aset WNI yang disimpan di luar negeri mencapai lebih dari Rp 11 ribu triliun.

Data itu sempat dibenarkan Jokowi saat sosialisasi program tax amnesty di Hotel Clarion, Makassar (25/11/2016). Jokowi menyatakan bahwa ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp 11.000 triliun.

Diberitakan sebelumnya, pada pidato kebangsaan ‘Prabowo Menyapa’ di Grand Pacific Hall, Yogyakarta (27/02) Prabowo menyatakan, uang WNI di luar negeri dua kali kekayaan WNI yang di bank-bank dalam negeri yang mencapai Rp 5.400 triliun.

Belakangan, saat kunjungan kerja di Gorontalo (01/03), Jokowi meminta Prabowo menyampaikan data dan bukti-bukti kepada pemerintah soal uang WNI di luar negeri. Jika memang benar, Jokowi menyatakan akan mengejar harta tersebut agar dibawa pulang ke Indonesia.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyimpulkan bahwa reaksi Jokowi dan timsesnya, terkait dana WNI di luar negeri, menunjukkan Jokowi dan timsesnya malas baca dan suka lupa dengan janji dan omongannya sendiri.

“Pak @prabowo sebut ada uang WNI di luar negeri lebih dari 11 ribu triliun rupiah. Jokowi dan Timsesnya, desak buktikan. Tuduh Pak Prabowo asal ngomong bla…bla. Reaksi mereka memang menunjukkan capres dan timses 01 malas baca, dan suka lupa dengan janji dan omongannya sendiri,” tulis Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar mengomentari tulisan bertajuk “Dear Jokowi, Prabowo Dapat Data Rp 11.000 Triliun dari Pemerintah”.

@Dahnilanzar menambahkan: “Presiden Jokowi dibantah Capres Jokowi. Mohon dengan sangat dibuktikan Pak Presiden Jokowi sesuai permintaan Capres Jokowi. Ya Allah. Semoga cobaan yang berat dialami Rakyat Indonesia segera disudahi 17 April 2019 nanti. #2019PrabowoPresidenRI.”

Penegasan Dahnil itu dipertegas lagi oleh anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon. “Saya pernah dengar langsung @jokowi bicara dana orang Indonesia di luar. Ia pun bilang tahu by name by address. Ini diungkapkan di Istana ketika rapat konsultasi,” beber Fadli di akun

@fadlizon meretweet pernyataan @Dahnilanzar.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan