PSI Pecat Caleg Pro Poligami dan Perda Syariah, Sosiolog: Jangan Pilih Parpol dan Caleg Anti Islam

Situasi News | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan telah menonaktifkan empat kadernya. Satu kader, yakni Husin Shahab, caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur XI dipecat karena kedapatan menyimpan foto seronok dan video sex. Sedangkan tiga kader lain dipecat karena mendukung dan menyetujui poligami dan Perda Syariah.

Loading...

Sosiolog yang juga rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar, mengingatkan bahwa berkaca dari sikap PSI yang menolak Perda Syariah dan poligami, umat diharapkan sadar akan bahaya sekularisme di Indonesia.

“Saya prihatin. Semoga umat Islam sadar bahaya sekularisme di Indonesia. Dengan sadar, akan memilih calon legislatif dalam Pemilu 17/4 yang tidak anti Islam,” tulis Musni Umar di akun Twitter @musniumar menanggapi tulisan bertajuk “Psi Nonaktifkan 4 Kadar yang Pro Poligami dan Perda Syariah”.

Kepada wartawan (21/12/2018), Wasekjen PSI Satia Chandra Wiguna, menyatakan bagi kader yang tidak sesuai dengan arahan partai akan dikeluarkan dari PSI. “Jika ada kader yang tidak sepakat dengan DNA (nilai dasar) PSI, terpaksa kami harus melepas mereka. PSI sangat serius dalam menegakkan nilai-nilai kami sehingga terhitung hari ini DPP PSI menonaktifkan keempat kader tersebut,” kata Chandra.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Gowa, Muhammad Ridwan mengundurkan diri dari PSI karena menolak pernyataan Ketum PSI Grace Natalie yang menolak poligami.

Kader PSI Bone, Nadir Amir telah mendahului Ridwan, mengundurkan diri dari PSI. “Pernyataan yang dilontarkan ketua umum (Grace) di Festival 11 kemarin di Surabaya sangat kontroversial bagi saya. Terus terang saya menolak,” tegas Nadir seperti dikutip tribunnews (13/12/2018).

Hal sama diungkapkan Ridwan. Ia mengaku mundur karena tidak sependapat lagi dengan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menolak poligami. Ridwan menjelaskan bahwa pernyataan Grace tidak memperhatikan kultur kedaerahan. (it)

Tinggalkan Balasan