Presiden Filipina Pecat Pejabat Imigrasi yang Izinkan Warga Cina Masuk ke Negaranya

Situasi News | Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, tegas memberhentikan semua pejabat dan pegawai Biro Imigrasi, yang menerima suap dalam perizinan warga Cina, untuk masuk ke negara tersebut. Pasalnya, berkaitan dengan kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19), pemerintah setempat telah melarang turis asal Tiongkok, untuk masuk.

Loading...

Dilansir The Star, tokoh oposisi Senator Risa Hontiveros, membeberkan pelanggaran imigrasi ini, dalam rapat Senat awal pekan.

Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo, pun mengumumkan pemecatan para pejabat imigrasi yang bersangkutan, dalam jumpa pers, Kamis (20/2) lalu.

“Presiden menilai ini anomali dan termasuk bentuk korupsi yang tidak bisa ditoleransi pemerintah,” tuturnya.

“Seperti yang sering kami tekankan, tidak ada orang kebal hukum di pemerintahan ini,” sambung Panelo.

“Siapapun, pejabat atau pegawai yang berbuat salah dalam tugasnya, harus diganjar dengan hukuman yang layak dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Awalnya, lanjut Panelo, Duterte menerima laporan tentang pelanggaran tersebut, dan menelusuri akar penyebabnya.

Setelah ditemukan, ia langsung memerintahkan pemecatan terhadap pejabat imigrasi dan pegawai yang terlibat.

Loading...

Diketahui, warga negara Cina yang diizinkan masuk itu, berhubungan dengan operator bisnis perjudian di Filipina, Pogos.

Sementara modus penyuapan pejabat imigrasi yang digunakan, disebut dengan ‘skema pastillas’, karena lembaran uang suap itu digulung—mirip seperti produk permen susu yang terkenal di Filipina—sebelum diserahkan.

Sikap tegas Duterte pun diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat Indonesia, seperti dikutip Ngelmu dari media sosial Twitter:

Ebith: Di Indonesia? Yang mideoin ditangkep walau uda dilepasin lagi. Terus yang nangkep ga ada malunya.

Anwar: Andai saja pemerintah Indonesia seperti ini, mungkin mampu mengurangi keresahan tentang virus yang lagi viral. Tapi kapan, Ndro?

Nedi: Indonesia butuh Leader seperti Duterte. Jangan yang bermental agar-agar.

Richo Kusuma: Cara berpikir sehat seharusnya seperti Duterte ini, negara kecil, tapi pemimpinya berintegritas. Indonesia? Tiket pesawat dan hotel di-diskon, diberi izin tinggal. Ga waras emang!

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan