Tidak Konsisten Soal Pembebasan Ustadz ABB, Pengacara dan Keluarga Adukan Jokowi ke DPR

Situasi News | Putra Abu Bakar Ba’asyir (ABB) bersama Tim Pengacara Muslim mendatangi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bidang Polhukam, Fadli Zon, Rabu (23/01/2019) sore. Dalam audiensi itu, TPM melaporkan bahwa pemerintah tidak konsisten dalam mengambil keputusan perihal bebasnya Ustadz ABB.

Loading...

“Kami sampaikan tadi tentang janji presiden. Kita sebagai masyarakat yang dijanjikan, kemudian janji itu malah diputar balik, yang tadinya tanpa syarat, sekarang malah bersyarat. Malah sekarang diisukan berkaitan Ustadz ABB tidak setia pada NKRI dan Pancasila,” ujar Ahmad Michdan, anggota TPM, Rabu malam.

Selain itu, secara tegas Michdan menjelaskan bahwa pemerintah tidak konsisten dengan janji yang disampaikan. Bahkan, bawahan presiden, sebut Michdan, tidak satu suara dengan Presiden.

“Bukan hanya tidak satu suara dengan presiden, bahkan justru presiden tidak konsisten. Karena akhirnya presiden bilang sama dengan mentrinya, pertama bilang bahwa akan membebaskan tanpa syarat, tapi tiba-tiba harus pakai syarat,” jelasnya.

“Berkaitan dengan pembantu-pembantunya itu kok bisa mengkoreksi presiden, jadi itu yang kita tanyakan dan koreksinya itu lebih dari Menkopolhukam. Karena kita ke DPR itu yang yang membidangi Polhukam, kita laporkan. Mungkin nanti akan ditempuh cara interplasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, pada hari Senin (21/01/2019), menyatakan Pemerintah masih mengkaji ulang upaya pembebasan Ustadz ABB. Padahal, pada hari Jumat (18/01/2018), Jokowi mengatakan pembebasan Ustadz ABB dilakukan demi dan atas dasar pertimbangan alasan kemanusiaan.

“Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” ujar Jokowi di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jabar.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan