Total Sudah 554 Orang Petugas KPPS Tewas, Namun Presiden Belum Tergerak

Situasi News | Jumlah petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia terus bertambah. Data sementara secara keseluruhan petugas yang tewas mencapai 554 orang, baik dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri.

Loading...

Berdasarkan data KPU per Sabtu (4/5/2019) pukul 16.00 WIB, jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara petugas yang sakit 3.788 orang.

Jumlah itu bertambah dari hari sebelumnya yaitu 424 orang. Begitu pula dengan petugas yang sakit juga bertambah dari hari sebelumnya yang mencapai 3.668 orang.

Sementara Bawaslu mencatat jumlah petugas Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang meninggal dunia selama melaksanakan tugasnya sebanyak 92 orang.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan 92 anggota Panwaslu dari sejumlah daerah itu meninggal saat melaksanakan tugasnya dalam mengawasi pemilu serentak.

“Sebanyak 92 orang ini terdiri atas 74 laki-laki dan 18 perempuan,” kata Abhan dikutip Antara.

Selain itu, sebanyak 398 orang masih rawat inap di rumah sakit, 1.592 rawat jalan, 250 orang mengalami kecelakaan, 14 orang cacat tetap, dan 14 petugas mengalami keguguran.

Sementara Mabes Polri mencatat anggotanya yang tewas saat mengamankan Pemilu 2019 hingga 29 April 2019 lalu berjumlah 22 orang.

“Personel Polri yang gugur pada tahapan pengamanan Pemilu 2019 sampai hari ini 22 orang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Senin (29/4/2019) lalu.

Rachland Nashidik Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat turut mengomentari peristiwa ini. Dalam akun twitternya ia menyebut Presiden Joko Widodo yang masih belum bergerak untuk menggunakan kekuasaannya untuk menyelidiki penyebab petugas KPPS yang meninggal.

 

 

“Sudah 554 jiwa, Pak @jokowi. Dan Anda masih belum bergerak untuk menggunakan kekuasaan Anda menyelidiki penyebab mereka meninggal. Tidak tergerak rasa tanggungjawab Anda sebagai Kepala Negara?”, tulis Rachland.

 

(Qie)

 

Tinggalkan Balasan